Kamis, 10 November 2011
TULISAN 2 1EB03
TULISAN 2
1.Buat paper tentang salah satu Franchise yang berhasil di Indonesia?
*Perusahaan Lokal/asing
*Min.3 halaman, times New roman,12
Brand positioning requires analysis of that information to determine the desired brand awareness and brand image and the necessary points of parity and points of difference with respect to competitors.[1]
Dalam pemasaran, positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen untuk produk, merek atau lembaga tertentu. Positioning adalah membangun persepsi relatif satu produk dibanding produk lain. Kemampuan untuk mengidentifikasi peluang positioning merupakan ujian yang berat bagi seorang marketer. Keberhasilan satu positioning biasanya berakar pada berapa lama produk tersebut mempunyai keunggulan bersaing. Beberapa hal mendasar dalam membangun strategi positioning satu produk antara lain : positioning pada fitur spesifikasi produk, positioning pada spesifikasi penggunaan produk, positioning pada frekuensi penggunaan produk, positioning pada alasan mengapa memilih produk tersebut dibanding pesaing, positioning melawan produk pesaing, positioning dengan melakukan pemisahan kelas produk, dan positioning dengan menggunakan simbol budaya/kultur.[2]
Tulisan ini akan membahas brand positioning sebuah brand fastfood yang belum lama beroperasi. J.CO Donuts & Coffee. Brand ini akan diidentifikasi dari tiga aspek: brand itu sendiri, market segmentation, serta kompetitor.
BRAND
Sejarah
J. CO Donuts & Coffee dimiliki dan dikelola oleh Johnny Andrean Group. J. CO Donuts & Coffee ini terinspirasi dari donat di Amerika Serikat. Johnny Andrean pada awalnya berkeinginan membeli franchise donat AS, namun ia menemukan beberapa kelemahan produk, yaitu pada bahan dasar dan proses produksi yang kurang dalam hal kontrol kualitas, sehingga ia mengurungkan niatnya.[3]
Johnny memutuskan untuk mengembangkan donat sendiri tanpa mendapatkan donat waralaba AS. Ia memilih untuk menghasilkan bentuk dan rasa donat yang sempurna, dengan fokus khusus pada kualitas bahan dasar dan proses produksi. Ketika ia kembali ke Indonesia, ia kemudian mengembangkan sebuah toko donat dengan konsep, bentuk dan rasa yang serupa dengan toko donat di Amerika Serikat. Johnny melihat sejauh ini tidak ada toko donat di Indonesia memiliki konsep dapur terbuka, sehingga ia mulai di J.CO. Jadi, selain memiliki rasa yang berbeda, konsep toko juga dibuat sebagai dapur terbuka sehingga konsumen dapat melihat berbagai atraksi pembuatan donat, langsung dari mencampur bahan sampai dengan siap untuk dijual donat tersebut.
Visi dan Misi
Visi:
- Membentuk J.CO Donuts & Coffee sebagai International Premium Donuts and Coffee Brand terkemuka
- Menjadi trend-setting lifestyle dalam donuts and coffee brand
- Menjadi perusahaan yang tepat bagi orang-orang yang tepat dalam meraih cita-cita mereka.
Misi:
- Menyediakan kualitas premium donat dan kopi
- Mendorong karyawan dalam meraih cita-cita
- Menempatkan pelanggan sebagai prioritas
- Berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan sungguh-sungguh
- Menyediakan tempat yang sempurna untuk bersantai
- Memperlakukan setiap orang dengan hormat dan bermartabat
Filosofi Logo
Beberapa mengatakan logo J. CO Donuts & Coffee mirip dengan logo Starbucks. Batas melingkar mungkin sama, tapi bukan merek dagang. J CO Donuts & Coffee menggunakan simbol Merak dalam logo mereka. Merak di sini melambangkan keindahan, elegan, lembut dan keabadian. Keindahan dan kelembutan tercermin dari rasa dan bentuk donat. Sementara keabadian dapat dilihat dari loyalitas konsumen yang bersedia berdiri dengan antrian panjang di toko-toko untuk mendapatkan donat favorit mereka.
Produk
J.CO Donuts & Coffee hadir di tengah masyarakat dengan beberapa jenis produk yang ditawarkan. Produk-produk yang dimaksud meliputi donat, kopi, cokelat, serta produk terbarunya, yogurt. Setiap donat diberi nama kreatif sesuai dengan topping dan rasa. Ini menciptakan sebuah keunikan dan mudah mengingat nama, Sebagai contoh, Cheese Me Up adalah nama untuk donat dengan keju meleleh di atas. Tira Miss U adalah nama dari donat dengan topping tiramisu.
Berikut nama-nama produk yang ditawarkan J.CO Donuts & Coffee: Hazel Dazzle, Glazzy, Alcapone, Coco Loco, Cheese Me Up, Miss Green T, Why Nut, JCrown Oreo, Da Vin Cheez, Mona Pisa, Heaven Berry, Forest Glam, J.CO Praline, J.CO Yogurt, Choco Forest Freeze, J.Pops, dan masih banyak lagi.
Gerai
J.CO Donuts & Coffee telah membuka banyak gerai di Indonesia dan juga di negara lain.
Jakarta : Supermall Karawaci, Mall Kelapa Gading 2, Plaza Semanggi, Cilandak Town Square, Bintaro Plaza, City Walk Sudirman, Mangga Dua Square, Mall Artha Gading, Margo City, Senayan City, Mall Taman Anggrek, Buaran Plaza, Pondok Indah Mall 1, Summarecon Mall Serpong, Kalibata Mall, Plaza Pondok Gede 2, Mal Puri Indah, Pluit Mega Mall, Atrium Senen, Mall of Indonesia – Main entrance, Emporium CBD Pluit, Cibubur Junction, Pejaten Village, Citraland, Airport Terminal 3, E’xtertainment Center, Puri E’xtertainment Pavilion, Mall Taman Anggrek Lt.3, Central Park, Plaza Senayan, Tamini Square, Cinere Mall.
Bogor : Botanical Square, Ekalokasari.
Bandung : Ciwalk 1 & 2, Istana Plaza, Paris Van Java, Bandung Supermall, Bandung Indah
Plaza.
Bekasi : Metropolitan Mall, Mega Bekasi Hypermart, Bekasi Square.
Solo : Solo Square
Medan : SUN Plaza, Cambridge.
Surabaya : Supermall Pakuwon, Plaza Surabaya, Galaxy Mall, Surabaya Townsquare,
Tunjungan Plaza 1, Tunjungan Plaza 3.
Batam : Mega Mall Batam Center
Bali : Galleria Mall
Balikpapan : E-walk
Samarinda : Plaza Mulia
Semarang : Java Mall Semarang
Makassar : Mall Panakukang, Mall Ratu Indah
Yogyakarta : Mall Malioboro
Pelembang : Palembang Indah Mall
Pekanbaru : Sentral Komersial Arengka, Ciputra Seraya
Manado : Manado Town Square
MALAYSIA
Pavilion – Bukit Bintang – KL, Sunway Piramid, Giant Kota Damansara, Johor Bahru City Square, Queensbay Mall – Penang, AEON Bandaraya Melaka
SINGAPURA
Raffles City, Bugis Junction, Tampines 1.
MARKET SEGMENTATION
Market segmentation, according to Smith, involved analyzing the demand side of the market to obtain a rich understanding of where people are coming from and “the wants” they bring to the marketplace.[5]
Pasar apapun bentuknya akan terdiri dari banyak pelanggan yang berpencar dan beraneka ragam dalam tuntutan pembeliannya. Oleh karena itu tidak ada satupun produsen yang dapat melayani atau memenuhi semua tuntutan pelanggan. Produsen harus mengarahkan program pemasarannya hanya pada pelanggan yang memang menjadi bidikan sasaran pemasarannya, untuk itu produsen harus melakukan segmentasi pasar bagi produknya. Segmentasi pasar adalah proses pemilahan atau pembagian pasar ke dalam beberapa kelompok pelanggan (sub-market) yang memiliki karakteristik sama dalam kebutuhan dan sikap, dan diharapkan akan memberikan respon yang sama terhadap penawaran yang disampaikan. Dengan melakukan segmentasi pasar produsen akan lebih tepat dalam mengarahkan program pemasarannya secara lebih efektif.
Pemikiran mengenai segmentasi pasar dapat dikatakan sebagai jawaban terhadap model pemasaran yang berlangsung sebelumnya yang tidak lagi mampu menjawab dinamika perkembangan kebutuhan tuntutan pelanggan yang semakin beragam. Pada dasarnya pemikiran mengenai segmentasi pasar merupakan sebuah evolusi dari model pemasaran yang pernah berlaku, di antaranya adalah : mass marketing, product differentiated marketing, dan target marketing.
Segmentasi pasar dilakukan dengan mengidentifikasi dan memfokuskan pada sekelompok besar pembeli yang menunjukkan kesamaan dalam hal tertentu. Pada umumnya untuk pasar barang konsumsi segmentasinya didasarkan pada variabel-variabel utama yang berkaitan dengan aspek geografi, demografi, psikografi dan perilaku pasar sasaran (target market).[6]
Berikut segmentasi pasar J.CO Donuts & Coffee:
- Segmentasi Geografis
Wilayah pemasaran J.CO Donuts & Coffee saat ini tak hanya di Indonesia, akan tetapi juga meluas ke negara lain seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Australia. Ke depannya J.CO Donuts & Coffee akan go international untuk memperluas pasar. J.CO Donuts & Coffee cenderung menyasar wilayah urban.
- Segmentasi Demografis
Umur : 18 – 45 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki dan perempuan
SES : A,B
- Segmentasi Psikografis
Segmentasi ini didasarkan pada penggolongan kelas sosial, gaya hidup, atau ciri kepribadian lainnya. J.CO Donuts & Coffee menyasar kelas sosial menengah hingga menengah ke atas dengan gaya hidup modern, menggemari aktivitas sosial serupa hanging out di kafe, serta menggemari makanan dan minuman dengan brand premium.
- Segmentasi Perilaku
Segmentasi ini didasarkan pada tingkat pengetahuan, sikap penggunaan atau tanggapannya terhadap suatu produk. Segmentasi ini dapat dibedakan atas dasar: kesempatan penggunaan, manfaat yang dicari, status pemakai, dan tingkat pemakaian.
J.CO Donuts & Coffee tidak mengenal kesempatan penggunaan. Sedangkan dari sisi manfaat yang dicari, ia dapat menjadi lambang status dan instrumen pemenuhan cita rasa masyarakat. Selain itu, J.CO Donuts & Coffee menyasar konsumen potensial dan konsumen tetap brand pesaing untuk memperluas pasar serta tidak mengenal tingkat pemakaian.
COMPETITORS
Sebagai pemain baru di pasar food and beverages – spesifik pada donat dan kopi, J.CO Donuts & Coffee memiliki beberapa pesaing: I-Crave dan Krispy Kreme.
Membicarakan usaha donuts and coffee, Dunkin Donuts tak akan terlewatkan. Brand yang dimotori Dunkin ‘Brands telah berdiri sejak tahun 1950. Brand ini mencakup worldwide untuk jangkauan pasar dan hingga kini masih tegak berdiri dengan beberapa jenis produk yang ditawarkan: donat, brownies, croissant, muffins, kopi, cokelat, dan lain-lain. Dari sisi usia jelas Dunkin Donuts lebih banyak memiliki jam terbang dibandingkan J.CO Donuts & Coffee yang baru berdiri pada tahun 2005. Akan tetapi Dunkin Donuts bukanlah kompetitor J.CO Donuts & Coffee. Hal ini dikarenakan konsep Dunkin Donuts yang lebih mengarah pada mainstream donuts, setara dengan Country Style Donuts. J.CO Donuts & Coffee lebih diposisikan sebagai donat yang lux dari sisi tampilan maupun kemasan.
I-Crave yang dikelola Melawai Group mengedepankan variasi rasa yang jauh lebih banyak dari J-Co.Variasi filling I-Crave kurang lebih 20 jenis lebih banyak dari J.CO Donuts & Coffee. I-Crave dari sisi harga mampu memberikan diskon sampai 35% jika pelanggan membeli dalam kuantitas di atas dua lusin. I-Crave tidak terlalu menjual ambience seperti yang ditawarkan J.CO Donuts & Coffee, akan tetapi mengedepankan variasi rasa serta harga yang relatif murah..
Krispy Kreme sebagai pesaing J.CO Donuts & Coffee muncul di bawah bendera PT Premier Doughnut Indonesia. Ia merupakan salah satu retail donat tertua di Amerika yang memiliki track record yang jauh lebih lama dibanding J.CO Donuts & Coffee.
CONCLUSION
Identifikasi brand positioning J.CO Donuts & Coffee jika dilihat dari brand itu sendiri adalah sebagai berikut. J.CO Donuts & Coffee adalah brand lokal yang diposisikan sebagai brand internasional. J.CO Donuts & Coffee merupakan representasi gaya hidup modern yang mengandalkan kualitas dan pelayanan terbaik. J.CO Donuts & Coffee menawarkan ambience pada para pelanggannya, hal ini dapat kita lihat dari tatanan interior gerai dan fasilitas meja dan kursi yang nyaman bagi para pelanggan.
Dari segi market segmentation, J.CO Donuts & Coffee berusaha meraih pelanggan yang mengutamakan kualitas dan menggemari brand premium. Selain itu, J.CO Donuts & Coffee menyasar pelanggan yang menjadikan hanging out in café sebagai lifestyle. Konsumen J.CO Donuts & Coffee dalam jangkauan kepribadian ialah mereka yang senang bersosialisasi dan memiliki cita rasa tinggi.
J.CO Donuts & Coffee dan kompetitor-kompetitornya saat ini mengembangkan strategi mereka masing-masing. Keunikan J.CO Donuts & Coffee yang menjadi pembeda dan memberikan nilai plus dibandingkan para kompetitornya adalah konsep dapur transparan sehingga konsumen dapat melihat secara langsung pembuatan donat dan produk-produk J.CO Donuts & Coffee lainnya. Selain itu, J.CO Donuts & Coffee mengedepankan kualitas dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi yang didatangkan dari luar negeri – contoh: cokelat Belgia. J.CO Donuts & Coffee juga menawarkan suasana yang cozy dengan tatanan interiornya sehingga konsumen akan merasa nyaman menikmati hidangan yang mereka beli di gerai J.CO Donuts & Coffee.
[1] Kevin Lane Keller, 1998. Strategic Brand Management: Building, Measuring, and Managing Brand Equity. New Jersey: Prentice Hall.
[2] Widodo Agus Setianto, 2009. Segmentasi Pasar & Positioning.ppt
[5] Geraldine Fennel and Greg M. Allenby, 2004. Integrated Approach. Archived at http://fisher.osu.edu/~allenby_1/2004%20Integrated%20Approach.pdf
[6] Widodo Agus Setianto, 2009. Segmentasi Pasar & Positioning.ppt
Sumber : Blog MayaSyafiera
2.Sebutkan keuntungan dan frachase tersebut bagi pemilik?
- Jaringan yang memberikan kemudahan karena keseragaman, daya pembelian , kekuatan advertising, prasarana, dsb.
- Pengembang bisnis yang tidak terlalu mahal dibanding chain-store karena beban investasi ditanggung oleh kedua belah pihak, franchisor dan franchisee.
- Pengembangan yang tentunya memakan waktu lebih singkat.
- Kerjasama antar wirausahawan independen seperti franchisor dan franchisee sangatlah efektif karena franchisee yang terseleksi adalah mereka yang mau bekerja keras, mau menginvestasi waktu lebih dan mengelola bisnisnya lebih serius daripada pegawai biasa.
Mulai dari awal ketika membuat bisnis Anda sendiri benar-benar dapat mengambil banyak pekerjaan. Banyak orang memilih untuk memulai dari awal dan membangun perusahaan mereka sendiri dari bawah ke atas hanya supaya mereka akan dapat memiliki rasa kebanggaan dan prestasi. Mereka sama-sama penyebab mulia dan selalu ide yang baik untuk menjadi seorang pengusaha saat membuat bisnis Anda. Di sisi lain, ada juga beberapa individu yang lebih suka hanya bekerja dengan nama merek perusahaan sehingga mereka tidak perlu khawatir bahwa banyak tentang pemasaran atau menyebarkan berita tentang apa jenis produk dan jasa yang mereka tawarkan. Jenis kepemilikan bisnis disebut waralaba. Ada banyak keuntungan individu yang memiliki ketika mereka sendiri waralaba, tapi mungkin keuntungan waralaba terbesar yang memiliki, seperti yang disebutkan, adalah kenyataan bahwa mereka memulai dengan sebuah nama merek yang sudah dikenali!
Penggunaan Perusahaan yang Bereputasi Besar
Satu hal besar mengenai memulai dengan Waralaba adalah bahwa Anda dapat menggunakan perusahaan reputasi besar untuk mengiklankan layanan, memberikan kupon, dan memperlakukan hak pelanggan. Dalam beberapa kasus waralaba yang sebenarnya mungkin lebih baik bagi perusahaan itu sendiri jika perusahaan sebelumnya memiliki reputasi buruk dalam aspek-aspek tertentu dari memperlakukan pelanggan mereka. Tetapi penggunaan reputasi keseluruhan perusahaan berarti bahwa mereka adalah pekerjaan kurang terlibat bagi pemilik waralaba.
Kemampuan untuk Melakukan Perubahan
Sebagian besar perusahaan yang memungkinkan toko mereka untuk menjadi waralaba biasanya memiliki ketentuan yang pergi bersama-sama dengan memiliki sebuah waralaba toko mereka. Namun, salah satu kemampuan yang seorang pemilik waralaba memiliki yang orang lain tidak adalah mereka mampu mengubah hal-hal sebanyak mungkin. Tentu saja, waralaba sebuah perusahaan pizza tidak dapat mengubah seluruh struktur bisnis dan tidak bisa pergi dari penjualan pizza untuk perlengkapan kantor, tapi hal-hal lain tentang waralaba pizza yang bisa berubah. Sebagai permulaan, mungkin perusahaan menggunakan saus khusus yang waralaba tidak ingin Anda gunakan. Tentu saja, semua ini dan banyak perubahan harus dibersihkan dengan pejabat di perusahaan itu sebelum selesai, tapi pemilik waralaba memiliki kemampuan untuk mengubah sesuatu di dalam toko mereka yang sebenarnya. Salah satu elemen lain perubahan bahwa pemilik waralaba biasanya diperbolehkan untuk lakukan adalah untuk mengubah luar atau "tampilan" dari bangunan yang mereka masuk Banyak orang menyadari bahwa biasanya semua toko, restoran, dan usaha lainnya biasanya semua memiliki sama di luar tampilan dan nuansa toko. Namun, pemilik waralaba kadang-kadang tidak terikat pada yang tampak luar gedung yang sama itu!
Sederhananya, pemilik waralaba benar-benar harus di atas angin ketika membentuk cabang perusahaan di kota sendiri atau kota yang mereka ingin mulai dari. Meskipun pemilik waralaba sendiri tidak akan mendapatkan apapun pengakuan untuk memulai sebuah perusahaan dari awal, ia masih akan dapat menikmati segala sesuatu yang sejalan dengan pembentukan perusahaan dan mengubah keuntungan!
Satu hal besar mengenai memulai dengan Waralaba adalah bahwa Anda dapat menggunakan perusahaan reputasi besar untuk mengiklankan layanan, memberikan kupon, dan memperlakukan hak pelanggan. Dalam beberapa kasus waralaba yang sebenarnya mungkin lebih baik bagi perusahaan itu sendiri jika perusahaan sebelumnya memiliki reputasi buruk dalam aspek-aspek tertentu dari memperlakukan pelanggan mereka. Tetapi penggunaan reputasi keseluruhan perusahaan berarti bahwa mereka adalah pekerjaan kurang terlibat bagi pemilik waralaba.
Kemampuan untuk Melakukan Perubahan
Sebagian besar perusahaan yang memungkinkan toko mereka untuk menjadi waralaba biasanya memiliki ketentuan yang pergi bersama-sama dengan memiliki sebuah waralaba toko mereka. Namun, salah satu kemampuan yang seorang pemilik waralaba memiliki yang orang lain tidak adalah mereka mampu mengubah hal-hal sebanyak mungkin. Tentu saja, waralaba sebuah perusahaan pizza tidak dapat mengubah seluruh struktur bisnis dan tidak bisa pergi dari penjualan pizza untuk perlengkapan kantor, tapi hal-hal lain tentang waralaba pizza yang bisa berubah. Sebagai permulaan, mungkin perusahaan menggunakan saus khusus yang waralaba tidak ingin Anda gunakan. Tentu saja, semua ini dan banyak perubahan harus dibersihkan dengan pejabat di perusahaan itu sebelum selesai, tapi pemilik waralaba memiliki kemampuan untuk mengubah sesuatu di dalam toko mereka yang sebenarnya. Salah satu elemen lain perubahan bahwa pemilik waralaba biasanya diperbolehkan untuk lakukan adalah untuk mengubah luar atau "tampilan" dari bangunan yang mereka masuk Banyak orang menyadari bahwa biasanya semua toko, restoran, dan usaha lainnya biasanya semua memiliki sama di luar tampilan dan nuansa toko. Namun, pemilik waralaba kadang-kadang tidak terikat pada yang tampak luar gedung yang sama itu!
Sederhananya, pemilik waralaba benar-benar harus di atas angin ketika membentuk cabang perusahaan di kota sendiri atau kota yang mereka ingin mulai dari. Meskipun pemilik waralaba sendiri tidak akan mendapatkan apapun pengakuan untuk memulai sebuah perusahaan dari awal, ia masih akan dapat menikmati segala sesuatu yang sejalan dengan pembentukan perusahaan dan mengubah keuntungan!
Sumber : Berbagai Sumber
3.Apa dampak positif dan negatif bagi perusahaan terhadap perkembangan ekonomi di Indonesia?
Istilah afiliasi seringkali muncul dalam kasus-kasus transaksi bisnis yang dilakukan oleh perusahaan publik. Itu hal yang wajar karena apapun yang dilakukan oleh sebuah perusahaan publik pasti akan menjadi perhatian pelaku pasar.
Segala gerak gerik perusahaan publik selalu mencuri perhatian. Maklum, aksi korporasi seperti itu akan berpengaruh kepada perubahan harga saham di pasar.
Jika aksi berupa transaksi bisnis itu menimbulkan dampak positif bagi perusahaan maka aksi itu akan berdampak positif di pasar yang ditandai oleh kenaikan harga saham. Langkah seperti itu biasanya juga akan mendapat dukungan pemegang saham publik.
Tapi jika aksi korporasi itu menimbulkan dampak negatif bagi performance perusahaan maka hal itu bisa menimbulkan sikap antipati di kalangan pemegang saham publik karena harga saham di pasar bisa turun. Apalagi jika aksi yang berdampak negatif itu dilakukan dalam transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
Jadi, sekali lagi wajar jika perusahaan publik atau emiten selalu menjadi perhatian jika melakukan transaksi bisnis. Lain ceritanya jika transaksi bisnis terjadi pada perusahaan tertutup. Masyarakat bisa saja mengabaikan, apakah transaksi itu mengandung benturan kepentingan atau tidak karena tidak ada kepentingan publik yang harus dilindungi dalam transaksi perusahaan tertutup.
Bagi perusahaan publik yang selalu dituntut untuk terus menerus meningkatkan performa atau kinerja keuangannya selalu mencari cara atau strategi untuk bisa menggenjot kinerja sebaik-baiknya. Nah, salah satu jalan pintas yang mampu mengantarkan perusahaan untuk tumbuh pesat dalam tempo singkat adalah melalui cara merger dan atau akuisisi perusahaan lain.
Di luar itu mungkin saja banyak teknik untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan melalui belanja modal, namun teknik merger dan akuisisi selama ini merupakan teknik pilihan yang banyak dilakukan emiten.
Namun begitu, setiap transaksi bisnis yang terjadi di pasar modal harus clear, tidak boleh ada kecurangan, tipu muslihat dan semacamnya. Karena itu, setiap transaksi bisnis yang sifatnya material harus dilakukan secara terbuka apakah transaksi itu mengandung benturan kepentingan (conflict of interest) atau tidak, apakah transaksi dilakukan dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan atau tidak.
Apalagi transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Khusus untuk transaksi yang mengandung benturan kepentingan, meskipun boleh dilakukan tapi harus diputuskan oleh pemegang saham independen.
Disebut transaksi mengandung benturan kepentingan karena dalam transaksi itu melibatkan pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan. Terafiliasi berarti ada hubungan istimewa dari pihak-pihak yang melakukan transaksi.
Dalam hal hubungan afiliasi ini, setidaknya dibedakan dalam enam jenis hubungan yakni (1) hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; (2) hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari perusahaan yang akan melakukan transaksi.
(3) hubungan antara dua perusahaan di mana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama; (4) hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; (5) hubungan antara dua perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau; (6) hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
Setiap transaksi yang melibatkan pihak terafiliasi diatur oleh ketentuan khusus di pasar modal tentang transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Adanya pihak terafiliasi ini dikuatirkan terjadinya unsur moral hazard dalam transaksi tersebut.
Karena itu, pengambilan keputusan dari transaksi seperti ini dilakukan oleh pemegang saham publik yang dinilai bebas dari afiliasi dengan siapapun. Dengan begitu, transaksi bisnis itu bisa dilakukan dengan obyektif dan lebih akuntabel. (Tim BEI) (//ade)
Segala gerak gerik perusahaan publik selalu mencuri perhatian. Maklum, aksi korporasi seperti itu akan berpengaruh kepada perubahan harga saham di pasar.
Jika aksi berupa transaksi bisnis itu menimbulkan dampak positif bagi perusahaan maka aksi itu akan berdampak positif di pasar yang ditandai oleh kenaikan harga saham. Langkah seperti itu biasanya juga akan mendapat dukungan pemegang saham publik.
Tapi jika aksi korporasi itu menimbulkan dampak negatif bagi performance perusahaan maka hal itu bisa menimbulkan sikap antipati di kalangan pemegang saham publik karena harga saham di pasar bisa turun. Apalagi jika aksi yang berdampak negatif itu dilakukan dalam transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
Jadi, sekali lagi wajar jika perusahaan publik atau emiten selalu menjadi perhatian jika melakukan transaksi bisnis. Lain ceritanya jika transaksi bisnis terjadi pada perusahaan tertutup. Masyarakat bisa saja mengabaikan, apakah transaksi itu mengandung benturan kepentingan atau tidak karena tidak ada kepentingan publik yang harus dilindungi dalam transaksi perusahaan tertutup.
Bagi perusahaan publik yang selalu dituntut untuk terus menerus meningkatkan performa atau kinerja keuangannya selalu mencari cara atau strategi untuk bisa menggenjot kinerja sebaik-baiknya. Nah, salah satu jalan pintas yang mampu mengantarkan perusahaan untuk tumbuh pesat dalam tempo singkat adalah melalui cara merger dan atau akuisisi perusahaan lain.
Di luar itu mungkin saja banyak teknik untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan melalui belanja modal, namun teknik merger dan akuisisi selama ini merupakan teknik pilihan yang banyak dilakukan emiten.
Namun begitu, setiap transaksi bisnis yang terjadi di pasar modal harus clear, tidak boleh ada kecurangan, tipu muslihat dan semacamnya. Karena itu, setiap transaksi bisnis yang sifatnya material harus dilakukan secara terbuka apakah transaksi itu mengandung benturan kepentingan (conflict of interest) atau tidak, apakah transaksi dilakukan dengan pihak-pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan atau tidak.
Apalagi transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Khusus untuk transaksi yang mengandung benturan kepentingan, meskipun boleh dilakukan tapi harus diputuskan oleh pemegang saham independen.
Disebut transaksi mengandung benturan kepentingan karena dalam transaksi itu melibatkan pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan. Terafiliasi berarti ada hubungan istimewa dari pihak-pihak yang melakukan transaksi.
Dalam hal hubungan afiliasi ini, setidaknya dibedakan dalam enam jenis hubungan yakni (1) hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal; (2) hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari perusahaan yang akan melakukan transaksi.
(3) hubungan antara dua perusahaan di mana terdapat satu atau lebih anggota direksi atau dewan komisaris yang sama; (4) hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan atau dikendalikan oleh perusahaan tersebut; (5) hubungan antara dua perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung, oleh pihak yang sama; atau; (6) hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
Setiap transaksi yang melibatkan pihak terafiliasi diatur oleh ketentuan khusus di pasar modal tentang transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Adanya pihak terafiliasi ini dikuatirkan terjadinya unsur moral hazard dalam transaksi tersebut.
Karena itu, pengambilan keputusan dari transaksi seperti ini dilakukan oleh pemegang saham publik yang dinilai bebas dari afiliasi dengan siapapun. Dengan begitu, transaksi bisnis itu bisa dilakukan dengan obyektif dan lebih akuntabel. (Tim BEI) (//ade)
Berita Terkait : investasi di pasar modal
- Cum Date dan Ex Date
- Karakteristik Obligasi
- BI Rate
- Bukti Right
- Panic Selling
- Stop Loss
- Krisis Eropa dan Nasib Bursa
- Gagal Serah & Gagal Bayar
- Wall Street
- Hasil Riset
Sumber : Google...
Langganan:
Komentar (Atom)










